Menggali Peluang Properti Komersial di Jakarta

jakarta

Source : Pinterest

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis di negara ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, pasar properti komersial di Jakarta telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, memberikan peluang investasi yang menarik bagi para investor.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi peluang properti komersial yang dapat ditemukan di Jakarta.

1. Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil

Jakarta memiliki basis ekonomi yang kuat dan berkembang pesat. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan konsisten telah mendorong permintaan properti komersial di berbagai sektor seperti perkantoran, ritel, hotel, dan industri.

Para investor dapat memanfaatkan peluang ini dengan mengalokasikan investasi mereka dalam properti komersial di Jakarta.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta menyebut, Kuartal pertama 2023, ekonomi Jakarta terus mencatat pertumbuhan positif. Peningkatan aktivitas masyarakat setelah diberhentikannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mendorong perekonomian Jakarta pada periode ini.

Selain itu, menurunnya harga komoditas energi dan terjaganya permintaan domestik turut mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta. Ekonomi Jakarta triwulan I-2023 tumbuh 4,95 persen (y-on-y).

Dari sisi pengeluaran, tiga komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PKLNPRT), Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT), dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP).

Sementara itu dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan; Jasa Lainnya; serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.

2. Kebutuhan Ruang Kantor yang Tinggi

Source : JLL Research

Sebagai pusat bisnis nasional, Jakarta memiliki permintaan yang tinggi akan ruang kantor. Perusahaan-perusahaan multinasional, perusahaan teknologi, dan perusahaan swasta terus membuka cabang dan kantor regional di Jakarta.

Hal ini menciptakan peluang bagi investor properti untuk mengembangkan gedung perkantoran yang modern dan berkualitas tinggi.

Salah satu subsektor yang mengalami pertumbuhan positif di awal 2023 adalah hunian sektor perkantoran.

Head of Research PT Jones Lang Lasalle (JLL) Yunus Karim menjelaskan, pada kuartal pembuka 2023, tingkat hunian sektor perkantoran berada di angka 70 persen untuk Kawasan CBD dan 71 persen untuk Kawasan Non-CBD.

Untuk Kawasan CBD, pasokan baru lainnya diperkirakan akan selesai dibangun di area Thamrin pada triwulan ke depan, sehingga berpotensi menambah jumlah pasokan sektor perkantoran sekitar 40 ribu meter persegi.

Sedangkan untuk Kawasan Non-CBD, diperkirakan masih akan ada penambahan sekitar 70 ribu meter persegi pada tahun 2023 dari dua proyek yang berlokasi di Jakarta Selatan.

3. Pusat Perbelanjaan dan Ritel yang Berkembang

Source : Bisnis.com

Jakarta juga merupakan tujuan belanja dan ritel yang populer. Mall dan pusat perbelanjaan modern terus bermunculan di berbagai area di Jakarta.

Dengan pertumbuhan populasi dan tingkat konsumsi yang tinggi, ada peluang investasi yang menjanjikan dalam pengembangan pusat perbelanjaan, outlet ritel, dan ruang komersial lainnya.

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis sewa ruang ritel diyakini bakal pulih sepanjang 2023 yang didorong sejumlah sentimen, salah satunya adalah pelonggaran mobilitas masyarakat usai PPKM dicabut pada akhir 2022 lalu.

Laporan The Wealth Report 2023 Knight Frank, dikutip Selasa (14/3/2023), menunjukkan sektor ritel menjadi salah satu sektor yang dilirik investor asing secara global dengan persentase sebesar 12,2 persen.

Berdasarkan laporan Jakarta Property Highlight yang dirilis Knight Frank menunjukkan tahun ini akan ada 3 proyek pusat perbelanjaan atau mal baru di Jakarta yang akan beroperasi.

Ketiga mal tersebut yakni, Retail Podium Thamrin Nine seluas 72.000 meter persegi (tipe sewa), Holland Village Mall seluas 44.000 meter persegi (tipe sewa) dan Pusat Grosir Senen Jaya seluas 10.249 meter persegi (tipe strata-title).

Dengan perkembangan terus-menerus dalam sektor ritel, pusat perbelanjaan di Jakarta menawarkan peluang investasi yang menjanjikan bagi para investor properti yang ingin memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan konsumen yang terus meningkat.

4. Potensi Hotel dan Pariwisata

Sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, Jakarta menarik banyak wisatawan bisnis dan wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Hal ini menciptakan peluang bagi investor properti untuk mengembangkan hotel dan akomodasi komersial lainnya.

Dengan meningkatnya kunjungan bisnis dan pariwisata, investasi di sektor properti hotel di Jakarta dapat memberikan pengembalian yang menarik.

Menurut BPS Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah telah resmi mencabut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak akhir tahun 2022.

Hal tersebut menjadi angin segar bagi industri perhotelan di tahun 2023. Kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) oleh pemerintah maupun swasta serta beberapa konser yang mulai diselenggarakan di Jakarta turut mendongkrak tingkat okupansi kamar hotel di Jakarta.

Pada bulan Februari 2023 TPK hotel bintang Jakarta tercatat mencapai 52,62 persen atau meningkat 4,22 persen poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun demikian, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Jakarta bergerak turun 0,10 hari dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 1,82 hari.

Jika dilihat berdasarkan kewarganegaraannya, tamu Indonesia mendominasi keterisian kamar hotel hingga 94,60 persen, sedangkan sisanya yaitu sebesar 5,40 persen merupakan tamu asing.

Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan aktivitas wisatawan domestik menjadi pendorong peningkatan TPK hotel bintang Jakarta.

5. Infrastruktur dan Konektivitas yang Berkembang

Pemerintah terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi di Jakarta. Proyek-proyek seperti MRT, LRT, jalan tol, dan pembangunan bandara baru memperbaiki konektivitas dan aksesibilitas ke berbagai daerah di Jakarta.

Hal ini akan memberikan dampak positif pada properti komersial, dengan meningkatnya nilai properti dan permintaan dari penyewa potensial.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Joko Widodo kembali akan melanjutkan pembangunan infrastruktur pada tahun 2023 ini. Jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp125,22 triliun. Untuk apa saja?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan infrastruktur yang dibangun dengan anggaran jumbo tersebut beragam, mulai dari infrastruktur penunjang di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, bendungan, perumahan, hingga jalan tol.

Sebagai investor properti yang tertarik dengan pasar komersial di Jakarta, penting untuk melakukan riset pasar yang cermat dan memahami kebutuhan serta preferensi penyewa potensial.

Menggunakan layanan profesional dari perusahaan manajemen properti seperti Bumi786 Property Management dapat membantu Anda mengidentifikasi peluang investasi yang tepat, mengelola properti dengan efisien, dan memaksimalkan hasil investasi Anda.

Dalam menghadapi peluang properti komersial di Jakarta, Bumi786 Property Management menyediakan layanan lengkap dalam manajemen properti, penelitian pasar, dan konsultasi investasi.

Dengan pengetahuan dan pengalaman kami dalam pasar properti Jakarta, kami siap membantu Anda mencapai kesuksesan dalam investasi properti komersial di ibu kota Indonesia. Hubungi kami sekarang untuk memulai perjalanan investasi Anda di Jakarta!

© Copyright 2019 - 2024 PT. Putra Bumi Satria

×