Ibu Kota Indonesia Pindah ke IKN, Gimana Nasib Properti di Jakarta?

IKN

Pada tahun-tahun terakhir, rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah menjadi topik hangat dalam perbincangan.

Rencana ambisius ini telah memunculkan banyak pertanyaan, termasuk mengenai nasib properti di Jakarta.

Bagaimana dampak pemindahan ibu kota terhadap pasar properti di Jakarta? Artikel ini akan mengulas potensi perubahan yang akan dialami oleh sektor properti di Jakarta pasca pemindahan Ibu Kota.

Dampak Potensial Terhadap Harga Properti

Salah satu pertanyaan utama yang muncul adalah bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi harga properti di Jakarta.

Menurut Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia, perusahaan konsultan dan manajemen properti global, pasar properti di wilayah Jakarta tidak lantas menurun dengan pindahnya Ibu Kota nantinya.

Masih ada banyak potensi selain pemindahan Ibu Kota akan dilakukan secara bertahap sehingga berbagai dampak yang terjadi juga tidak akan sekaligus.


“Dari sisi sektor properti, untuk wilayah Jakarta tetap akan memiliki potensi yang besar karena pemindahan Ibu Kota negara ini untuk tahap awal akan fokus pada sektor pemerintahan terlebih dulu. Artinya masih ada potensi lain yang masih terus berjalan dan berkembang di wilayah Jakarta,” ujarnya.

Pengamat properti Ali Tranghanda dari Indonesia Property Watch mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur dapat mendorong kenaikan harga properti di Jakarta.


"Apakah isunya Jakarta akan sepi? Tidak juga. Jakarta bisa sepi kalau misalkan terdapat kebijakan pusat perbankan, keuangan dan bursa saham semuanya harus pindah ke IKN," ujar Ali


Jakarta masih Ibu Kota hingga saat ini di mana ekonomi dan bisnis tetap bergerak. Selain itu, berkaca dari negara lain, pusat investasi bukan hanya tergantung dari ibu kota.


Contohnya seperti di negara-negara besar lainnya seperti Amerika Ibu Kotanya kita tahu Washington DC, tapi bukan pilihan utama untuk investasi, sama dengan Jakarta saat ini jadi pusat investasi negara-negara lain.


Diversifikasi Properti


Pemindahan ibu kota dapat mendorong para pengembang properti di Jakarta untuk berinovasi dan berkreasi dengan berbagai jenis hunian yang menarik.


Diversifikasi properti, seperti hunian berkonsep ramah lingkungan, desain yang inovatif, atau proyek hunian dengan fasilitas unik, dapat membangkitkan minat pembeli yang lebih luas.


Inovasi semacam ini akan memberikan warna baru pada pasar properti Jakarta dan menghadirkan pilihan yang lebih kaya bagi calon pembeli.


Peningkatan Nilai Properti yang Tertata


Dengan rencana pemindahan ibu kota, fokus pembangunan properti di Jakarta dapat beralih ke revitalisasi dan pengembangan kembali kawasan-kawasan yang sudah ada.


Ini dapat menghasilkan peningkatan nilai properti di wilayah-wilayah yang mengalami transformasi positif.


Peningkatan nilai ini akan menguntungkan pemilik properti di Jakarta dan memberikan dorongan bagi pemulihan ekonomi lokal.


Pengembangan Daerah Pusat Bisnis Alternatif


Pemindahan Ibu Kota juga dapat memicu pengembangan daerah pusat bisnis alternatif di Jakarta.


Dengan potensi penurunan permintaan di pusat kota, para pengembang mungkin akan mencari daerah-daerah baru yang memiliki potensi untuk menjadi pusat kegiatan ekonomi dan bisnis.


Ini dapat menghidupkan kembali daerah-daerah pinggiran yang belum sepenuhnya termanfaatkan.


Pemindahan ibu kota Indonesia ke IKN bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang besar bagi perkembangan sektor properti di Jakarta.


Dari peningkatan infrastruktur hingga diversifikasi properti, banyak hal positif yang dapat diambil dari perubahan ini.


Dengan inovasi dan adaptasi, pasar properti Jakarta memiliki potensi untuk berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga kota serta investor properti.

© Copyright 2019 - 2024 PT. Putra Bumi Satria

×